Contoh :

PERJANJIAN KERJA DENGAN SISTEM KONTRAK

PADA PT. X

Yang bertanda tangan dibawah ini :

  1. …………………………….. , Pemimpin PT. X dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. X berkedudukan di Jakarta,  Untuk selanjutnya disebut :

———————————- PIHAK PERTAMA —————————————

  1. Sri M., beralamat di Jl. Intan Baiduri No. 1212, Cengkareng., Jakarta, dalam hal ini bertindak untuk diri sendiri, untuk selanjutnya disebut :

———————————- PIHAK KEDUA ——————————————-

dengan ini sepakat mengadakan perjanjian kerja dengan sistem kontrak pada PT. X, selanjutnya disebut perjanjian. Dengan syarat-syarat sebagaimana tersebut dibawah ini.

Pasal 1

PENGERTIAN

Dalam perjanjian ini yang dimaksud :

-          Rahasia Jabatan adalah segala sesuatu yang diketahui peawai yang menurut peraturan mengenai rahasia jabatan harus dirahasiakan.

-          Rahasia Bank adalah keadaan keuangan dan hal-hal lain dari nasabah yang tercatat pada Bank menurut kelaziman dalam dunia perbankan, sebagaimana dimaksud pasal  40 Undang-undang No. 10 tahun 1998.

Pasal 2

MASA KONTRAK

  1. Pihak kedua diangkat sebagai pegawai kontrak dengan posisi………………… selama …….., terhitung sejak tanggal ………………….. samapai dengan ……………………
  2. Waktu kerja pihak ke dua  adalah sesuai dengan waktu kerja yang berlaku pada pihak  pertama.
  3. Pihak ke dua bersedia untuk ditempatkan dimana saja diseluruh wilayah indonesia di unit organisasi pihak pertama yang akan ditetapkan oleh pihak pertama.

Pasal 3

KEWAJIBAN PIHAK KEDUA

  1. Pihak Kedua wajib melaksanakan pekerjaan yang ditugaskan oleh Pihak Pertama dengan mengikuti segala ketentuan yang ditetapkan Pihak Pertama.
  2. Pihak Kedua wajib mengikuti segala ketentuan, baik yang ditetapkan dalam perjanjian ini maupun ketentuan intern lainnya yang dinyatakan berlaku bagi Pihak Kedua.
  3. Pihak Kedua wajib menjaga rahasia jabatan dan rahasia perusahaan selama dan sesudah menjalani masa kontrak, dan oleh karenanya Pihak Kedua dilarang memberikan atau menyampaikan keterangan baik secara lisan ataupun tertulis menyangkut PT. X ataupun keadaan keuangan nasabah Pihak Pertama kepada pihak lain.

Pasal 4

PENGHASILAN DAN FASILITAS

  1. Honorarium Pihak Kedua setiap bulan adalah …………………………………..
  2. Pihak Pertama memberikan bantuan uang makan kepada Pihak Kedua sesuai tarif yang berlaku, apabila Pihak Pertama tidak menyediakan uang makan.
  3. Apabila Pihak Kedua harus menyelesaikan pekerjaan diluar jam kerja, maka Pihak Kedua berhak atas uang lembur yang besarnya ditetapkan oleh Pihak Pertama.
  4. Pihak Pertama memberikan fasilitas cuti/istirahat tahunan setiap tahun masa kontrak selama 12 ( duabelas) hari kerja.
  5. Fasilitas cuti tahunan tersebut dapai diambil oleh Pihak Kedua secepat-cepatnya pada pertengahan tahun dalam setiap tahun masa kontrak dengan persetujuan Pihak Pertama.

Pasal 5

PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA

  1. Apabila salah satu pihak berkehendak memutuskan perjanjian sebelum masa kontrak berakhir, maka pihak yang menghendaki pemutusan tersebut wajib menyampaikan pemberitahuan secara tertulis kepada pihak lainnya dalam waktu 1 (satu) bulan sebelum perjanjian diputuskan.
  2. Pihak Pertama berhak memutuskan hubungan kerja dengan Pihak Kedua sebelum masa kontrak berakhir, apabila Pihak Kedua :
    1. Tidak hadir karena sakit yang lamanya lebih dari 12 (duabelas) hari kerja selama masa kontrak berakhir, yang dinyatakan dengan surat keterangan dokter, baik yang berlangsung terus menerus maupun terpisah. Atau
    2. Tidak hadir karena sebab-sebab lain di luar sub (a) di atas, baik dengan ataupun tanpa keterangan selama 3 ( tiga ) hari kerja selama masa kontrak, baik yang berlangsung terus menerus maupun terpisah. Atau
    3. Dengan sengaja atau karena kelalaian tidak melaksanakan kewajiban-kewajiban sebagi ditetapkan pada pasal 3 perjanjian ini, atau
    4. Dengan sengaja atau karena kelalaian melakukan perbuatan yang bertentangan dengan peraturan yang dikeluarkan oleh Pihak Pertama, atau
    5. Dengan sengaja atau karena kelalaian melakukan perbuatan yang secara langsung maupun tidak langsung dapat menimbulkan kerugian pada Pihak Pertama, merusak nama baik, derajat atau martabat Pihak Pertama.
    6. Melakukan perbuatan pidana, baik yang menyangkut kepentinan Pihak Pertama maupun yang tidak menyangkut Pihak Pertama.

Pasal 6

BERLAKUNYA PERJANJIAN

  1. Perjanjian ini mulai berlaku sejak ditandatangani oleh kedua belah pihak.
  2. Hal-hal yang belum diatur atau perubahan-perubahan syarat-syarat dalam perjanjian ini, akan diatur secara mufakat antara kedua belah pihak untuk kemudian dituangkan dalam suatu perjanjian tambahan ( Addendum ) yang meupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari perjanjian ini.

Pasal 7

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

  1. Apabila timbul perselisihan mengenai penafsiran atau pelaksanaan dari perjanjian ini, para pihak sepakat untuk menyelesaikannya secara musyawarah.
  2. Apabila perselisihan tidak dapat diselesaikan sebagaimana dimaksud pada ayai (1) pasal ini, maka para pihak sepakat untuk menyelesaikan melalui badan peradilan.

Pasal 7

DOMISILI HUKUM

  1. Untuk perjanjian ini dan segala akibatnya, para pihak memilih domisili hukum yang tetap dan umum dikantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri ………..
  2. Perjanjian ini dibuat rangkap 2 (dua) yang isinya telah dibubuhi materai cukup dan masing-masing mempunyai kekuatan pembuktian yang sama bagi masing-masing pihak

Jakarta, 01 November 2006

Pihak Pertama,                                                                        Pihak Kedua,

PT. X

About these ads