Berdasarkan pengetahuan panjang hari setiap tahun kita bisa mengetahui hari-hari pada tahun-tahun yang silam. Misalnya, kita perlu mengetahui hari apakah Ibu Kartini dilahirkan pada tanggal 21 April 1879 atau kita ingin mengetahui hari apakah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.

Kita tahu, rata-rata jumlah hari dalam satu tahun kalender syamsiah (menurut cara Julius, dengan memasukkan tahun kabisat setiap 4 tahun) adalah 365,25 hari. Kalender syamsiah ternyata akan berulang susunan hari-harinya setiap 28 tahun. Ini mudah difahami karena 28 tahun (28 x 365,25 hari = 10.227 hari) adalah kelipatan bulat dari jumlah hari dalam sepekan (7 hari), yaitu 1461 x 7 hari.

Kalender Abadi pada tabel di atas disusun mengikuti aturan keberulangan setiap 28 tahun itu dengan memperhatikan jumlah hari tiap bulan serta tahun-tahun yang termasuk tahun kabisat. Kalender setiap bulan dibuat berumur 31 hari, jumlah hari maksimum dalam satu bulan.

Cara memakainya sebagai berikut. Misalnya bila kita ingin mengetahui hari apa Ibu Kartini dilahirkan pada tanggal 21 April 1879. Carilah tahun yang akan ditentukan di sisi kiri, yaitu 1879. Telusuri ke arah kanan sampai kolom bulan ke-4 (April), akan didapat angka 3. Maka lihatlah kalender nomor 3 ( di tabel bawah). Pada kalender nomor 3 itu tanggal 31 sebenarnya tidak ada karena April hanya berumur 30 hari. Kita lihat tanggal 21 adalah hari Senin. Jadi, Ibu Kartini lahir pada hari Senin. Nah, sekarang carilah dengan cara yang sama hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. Kalau benar mencarinya akan didapat 17 Agustus 1945 itu hari Jumat.

Sumber : Dokumentasi T. Djamaluddin, Profesor Riset Astronomi-Astrofisika di LAPAN

About these ads