“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (ali Imran: 185.) View full article »
Category: Renungan
WAKTU engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudhu kau sentuh aku dalam keadaan suci
Aku engkau pegang, engkau junjung dan engkau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra. View full article »
Dan dengan Kekuatan-Mu yang dengannya Engkau taklukkan segala sesuatu
Dan merunduk segala sesuatu
Dan merendah segala sesuatu
Dan dengan keagungan-Mu yang megalahkan segala sesuatu
Dan dengan kemuliaan-Mu yang tak tertahankan oleh segala sesuatu
Dan dengan kebesaran-Mu yang memenuhi segala sesuatu
Dan dengan kekuasaan-Mu yang mengatasi segala sesuatu
Dan dengan wajah-Mu yang kekal setelah fana segala sesuatu
Dan dengan asma-Mu yang memenuhi tonggak segala sesuatu
Dan dengan ilmu-Mu yang mencakup segala sesuatu
Dan dengan cahaya wajah-Mu yang menyinari segala sesuatu View full article »
PERNAHKAH suatu saat ketika kita terbangun dari lelapnya tidur, kemudian menggeliatkan badan, tiba-tiba kematian muncul dalam ingatan kita. Seolah kita baru saja menempuh perjalanan mati dalam tidur, dan sewaktu tersadar.. hidup terasa asing ?. Atau saat kita sedang sibuk bekerja, lalu mendadak perasaan kita tersita oleh sebuah pernyataan ” Untuk tujuan apa semua ini aku lakukan.. “. Atau pada suatu siang yang terik kita terjebak dalam kemacetan lalu lintas yang menjengkelkan dengan peluh membasah dibadan, tiba-tiba terbit dari kedalaman bathin kita “ Sedang menunggu apakah aku ini dan kemana diri ini pergi..? “.
Mungkin juga disuatu senja yang kelam tanpa sengaja kita membuka jendela rumah, lalu melongokkan pandangan pada langit yang mulai remang dan berangkat gelap, tiba-tiba hati kita tersentak oleh perasaan asing yang menyergap, “.. Benarkah dunia ini rumah sesungguhnya bagiku ?, atau sebenarnya rumah sejatiku ada di ’sana’, disuatu tempat yang entah berada dimana ?. View full article »





