Balita membutuhkan nutrisi seimbang dan pola makan yang tepat. Fokusnya bukan pada jumlah makanannya, tetapi lebih kepada frekuensi makannya.

Kapasitas lambung anak hanya cukup untuk 200 ml, jadi tak perlu memaksakan semua makanan masuk dalam satu kali sesi makan.

Dokter anak, dr Sri S. Nasar SpA(K), menjelaskan, balita membutuhkan frekuensi makan lebih sering, meski jumlahnya tak banyak setiap kali makan. Mencukupi kebutuhan nutrisi lebih penting daripada sekadar makan banyak namun tanpa asupan gizi seimbang.

Misalnya, total 1000 ml kebutuhan makanan setiap harinya bisa dibagi menjadi lima kali waktu makan. Jika biasanya hanya dibagi tiga kali, yakni sarapan, makan siang, dan makan malam, kini lakukan tambah dua kali makanan selingan di antara waktu makan utama.

Sarapan dengan asupan gizi seimbang, bisa dilanjutkan dengan selingan buah dan roti di tengah waktu sarapan dan makan siang. Sedangkan selingan dari siang ke makan malam (makan sore), bisa dengan buah penambah tenaga seperti pisang, ditambah susu.

Cara ini membuat anak tercukupi kebutuhannya, dengan cara lebih menyenangkan karena tak harus menghabiskan makanan dalam porsi besar.

“Pastikan makanan tidak berbumbu pedas dan tidak merangsang,” tambah dr Sri mengingatkan.