Tolok Ukur Kinerja yang Digunakan di PT. Bank Syariah ABC Saat Ini (7/14)

( Merupakan materi ke 7 dari Contoh Kasus : Merancang Balanced Scorecard Pada PT. Bank Syariah ABC )

PT. Bank Syariah ABC, sebagaimana umumnya perusahaan-perusahaan ( perbankan) lainnya di indonesia hanya menggunakan tolok ukur keuangan untuk melihat kinerja bisnisnya. Tolok ukur kinerja keuangan pada Bank Syariah ABC meliputi rasio – rasio keuangan ( financial ratios ) sebagai berikut ( lihat 6/14 ) :

1. Return on Assets ( ROA ), yaitu persentasi laba kotor yang dicapai perusahaan dibandingkan dengan total aktiva.

2. Return on Earning Assets ( ROEA ), yaitu persentase laba kotor dibandingkan dengan total aktiva produktif

3. Assets Turn Over (ATO), yaitu total pendapatan dibagi total aktiva.

4. Return on Equity ( ROE ), yaitu prosentase laba kotor dibandingkan dengan total ekuitas

5. Capital to Assets Ratio ( Rasio Modal terhadap Aktiva ), yaitu total modal dibagi total aktiva

6. Capital Adequacy Ratio ( CAR ) atau Rasio Kecukupan Modal

7. Loan to Deposits Ratio ( LDR ), yaitu prosentase pembiayaan / total dana pihak ketiga dan equitas

8. Liabilities to Equity ( Rasio Kewajiban terhadap Equitas , yaitu persentase kewajiban dibandingkan dengan total equitas perusahaan.

9. Liabilities to Assets ( Rasio Kewajiban terhadap Aktiva ), yaitu persentase kewajiban dibandingkan dengan total aktiva perusahaan.

10. Pre Tax Margin ( Margin Laba Sebelum Pajak )

11. Net Margin ( Margin Laba Setelah Pajak )

12. Dividend per Share ( Dividen per Lembar Saham )

13. Earning Per Share ( EPS )

Tolok ukur yang dipergunakan harus selalu dilakukan Update , sesuai dengan tingkat persaingan yang semakin tinggi. Hal tersebut untuk melihat seberapa besar pencapaian kinerja perusahaan atas tujuan-tujuan strategisnya, yaitu tolok ukur yang dapat menunjukan kinerja perusahaan di masa yang akan datang.

Bersambung ke materi (8/14)

Iklan