Banyak hal yang bisa membuat karier Anda mentok, salah satunya adalah hubungan dengan atasan. Hubungan yang terjalin baik, paling tidak akan membuat Anda nyaman, dan alhasil, kinerja Anda pun meningkat. Namun, bagaimana jika atasan membenci Anda? Apa yang harus Anda lakukan?

Keberhasilan bekerja di suatu perusahaan dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah faktor atasan. Memang, tidak dapat dipungkiri bahwa peran atasan di dalam memuluskan jalan Anda untuk meraih berbagai keberhasilan sangatlah besar.

Artinya, kalau Anda mampu menjadi seseorang yang berkenan atau “dicintai” atasan, maka jalan untuk meraih berbagai keberhasilan tentunya terbuka lebar. Sebaliknya, apabila Anda dibenci oleh atasan, jalan untuk meraih keberhasilan sedikit banyak akan tertutup. Kenapa demikian? Pasalnya, salah satu peran dan fungsi atasan adalah melakukan penilaian terhadap diri Anda.

Nah, kalau Anda dibenci atasan, bagaimana ia akan menilai baik prestasi kerja Anda? Ingat, dalam lingkungan kita, seringkali faktor subyektivitas masih sangat berperan dalam menilai seseorang. Lalu, apa yang sebaiknya Anda lakukan jika atasan membenci Anda?

1. CARILAH INFORMASI
Janganlah cepat percaya bahwa atasan membenci Anda. Apalagi kalau hal itu disebarluaskan oleh orang lain. Anda harus kritis apakah kabar itu benar atau sengaja dihembuskan oleh orang yang tidak senang dengan Anda. Jadi, untuk memastikan kebenaran kabar itu, Anda harus mencari informasi!

Darimana informasi itu bisa Anda peroleh? Kalau Anda berani, Anda bisa bertanya langsung kepada atasan, apakah betul ia memang membenci Anda, dan apa alasannya. Tetapi kalau Anda takut bertanya langsung, Anda bisa juga memperhatikan sikap dan perilakunya. Apakah sekarang ini perilaku atau sikapnya berbeda dengan beberapa waktu lalu. Mungkin, sebulan lalu ia masih sangat ramah, baik, dan percaya kepada Anda. Nah, apakah saat ini hal itu masih ia lakukan?

Jika jawabannya ya, berarti kabar tersebut bohong. Mungkin hanya perasaan Anda saja. Namun, alau ternyata sikap dan perilaku atasan berbeda dari waktu-waktu yang lalu, bolehlah Anda mulai curiga, jangan-jangan kabar itu memang benar adanya. Meskipun seringkali Anda pun masih ragu. Kalau Anda masih ragu, cobalah tanya kepada seseorang yang dekat dengan atasan dan mintalah tolong mencarikan informasi. Jangan sekali-kali Anda mengambil kesimpulan hanya karena perasaan Anda saja. Ingat, perasaan bisa saja salah.

2. EVALUASI DIRI
Cobalah melakukan evaluasi diri, apakah ada sikap atau perilaku yang mungkin pernah membuat sakit hati atasan Anda. Seringkali, karena Anda merasa dekat dengan atasan, maka hal-hal yang bisa membuat atasan sakit hati dapat keluar tanpa Anda sadari. Maka, kalau hal itu memang pernah Anda lakukan, cepat-cepatlah bertindak proaktif, dengan mendatangi atasan dan mintalah maaf. Jangan sampai atasan Andalah yang menunjukkan kesalahan Anda.

Untuk mengetahui apa kesalahan Anda sehingga Anda dibenci, tak ada salahnya kalau Anda pun bertanya kepada atasan, dengan kata-kata yang halus. Misalnya, “apa ada yang salah dari diri saya Pak?” Jangan takut atau malu mengakui bahwa Anda pernah melakukan kesalahan.

Memang, yang seringkali terjadi, Anda merasa paling benar sendiri, sedangkan atasan adalah sumber kesalahan. Semakin Anda menutup diri untuk melakukan evaluasi diri, maka semakin Anda tak akan pernah tahu bahwa Anda pernah melakukan kesalahan terhadap atasan Anda.

3. JANGAN MENCOBA MENGUBAH
Janganlah sekali-kali Anda mempunyai pemikiran untuk mengubah atasan agar menyukai Anda. Yang harus Anda lakukan adalah mengubah diri Anda sendiri. Anda harus menanyakan pada diri Anda, apakah ada hal-hal yang selama ini tidak berkenan di hati atasan Anda.

Mungkin saja selama ini produktivitas kerja Anda sudah mulai menurun, atau disiplin dan etika kerja yang sudah berkurang banyak. Hal-hal inilah yang seharusnya Anda kenali lebih dulu. Bisa jadi, atasan membenci Anda karena Anda sudah tak bisa lagi diandalkan sebagai. Banyak tugas atau tanggung jawab yang Anda abaikan.

Atau bisa saja atasan membenci Anda karena sudah berkali-kali Anda diberi peringatan, diberi nasihat untuk mengubah sikap dan perilaku Anda, namun Anda tak mau juga mengubah diri. Sebagai bentuk kekecewan atasan, maka ia pun membenci Anda. Jadi, dalam hal ini, jangan salahkan atasan kalau harus membenci Anda.

Memang, seringkali seseorang akan berubah ketika ada orang lain yang membenci dirinya. Mungkin saja atasan Anda mengambil jalan seperti ini untuk menyadarkan Anda. Oleh sebab itu, cepat-cepatlah ubah diri Anda sebelum orang lain mengubah Anda.

4. PENUHI PERMINTAANNYA
Meski pun atasan membenci Anda, jangan sekali-kali menolak tugas-tugas yang diberikan. Malahan sebaliknya, Anda harus bisa menunjukkan bahwa Anda sama sekali tidak putus asa menghadapi situasi seperti ini. Apabila ini Anda lakukan, cepat atau lambat atasan Anda pun akan berpikir bahwa Anda mampu bersikap profesional.

Anda mampu memisahkan mana yang masalah pribadi dan mana masalah yang berkaitan dengan tugas Anda. Bahkan kalau perlu, kerjakan sesuatu melebihi yang diminta oleh atasan. Misalnya Anda rela bekerja lembur tanpa diminta, atau bersedia pulang lebih lambat dibandingkan rekan-rekan yang lain.

Hal inilah yang akan menyentuh hati atasan, sehingga ia mulai menilai positif Anda. Anda akan dipersepsikan sebagai pribadi yang bertanggung jawab dan loyal terhadap tugas dan pekerjaan yang diberikan.

Hal lain adalah, sebisa mungkin jangan menolak permintaannya, meski pun permintaan itu sulit Anda lakukan. Kerjakan sebaik dan sebisa mungkin. Siapa tahu, itu adalah cara atasan untuk mulai memperhatikan Anda lagi. Siapa tahu, itu adalah cara atasan untuk menguji Anda, apakah Anda masih setia terhadapnya atau tidak?

5. KENALI PERASAANNYA
Sebenci-bencinya atasan, jika Anda mampu memenuhi kebutuhan perasaannya, rasa benci itu cepat atau lambat akan hilang juga. Hanya saja, Anda dituntut untuk tidak mudah putus asa. Ingat, pada dasarnya, seseorang ingin diperlakukan dengan hormat.

Oleh sebab itu, kalau Anda mampu memperlakukan atasan Anda secara istimewa, maka ia pun akan luluh. Persoalannya, bagaimana cara menyentuh perasaannya? Yang jelas, tunjukkan sikap dan perilaku yang membuatnya senang. Tentu, tak perlu berlebihan, cukup dengan hal-hal sederhana tetapi mengena. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

Senyum
Berilah senyum setiap kali bertemu atau berpapasan dengan atasan. Mungkin sekali-dua kali, senyuman Anda tidak akan dibalas, tetapi jangan menyerah. Lakukan terus-menerus, sampai atasan mau memberikan balasan meskipun dengan senyuman yang kecut dan dipaksakan.

Jangan sakit hati!
Ucapkan selamat pagi ketika ia datang di kantor. Jangan pernah berharap bahwa ucapan Anda akan ia balas. Namun, Anda tetap harus melakukannya. Ingat, seseorang yang disapa lebih dahulu, biasanya akan berbunga-bunga.

Mungkin untuk menjaga gengsinya, untuk beberapa kali atasan tidak akan menanggapi ucapan Anda. Tetapi, lakukanlah terus menerus, sampai ada sepatah kata yang keluar dari mulutnya. Yang penting, ia sudah mau membalas sapaan Anda.

Pamitlah setiap kali Anda mau pulang. Ini akan menunjukkan bahwa Anda menghargai keberadaannya. Ingat, orang yang dianggap oleh orang lain biasanya akan merasa bangga.

Iklan