Category: Kesehatan



Tak hanya mengistirahatkan otot, saat tidur tubuh mengalami perbaikan dan detoksifikasi (mengeluarkan racun). Tidur juga memberi kesempatan bagi sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi hormon-hormon imunitas (kekebalan tubuh).

Pola tidur yang buruk berhubungan dengan kesehatan yang buruk pula. Kurang tidur yang kronis dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, obesitas, depresi, produksi hormon tidak teratur, sistem kekebalan tubuh lemah, penurunan memori, mudah marah dan penurunan konsentrasi. Baca lebih lanjut


Tubuh merasa lelah diselingi dengan menguap kerap terjadi ketika Anda beraktivitas. Bisa jadi, rasa kantuk yang terjadi karena Anda tidak cukup tidur, kurang energi, atau bahkan mengidap penyakit, seperti anemia. Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Berikut ini adalah 14 penyebab rasa lelah dan kiat-kiat dalam mengatasinya

1. Tidak Cukup Tidur
Umumnya orang dewasa membutuhkan tujuh hingga delapan jam sehari untuk tidur. Apabila Anda mengantuk berat saat beraktivitas, bisa jadi karena kualitas dan kuantitas tidur Anda menurun. Hati-hati, karena kurang tidur bisa berakibat buruk pada kesehatan dan konsentrasi Anda.

Cara mengatasinya: buatlah prioritas waktu tidur dan jadwal teratur untuk tidur. Jauhkan laptop, ponsel, atau PDA ketika Anda tidur karena hal itu akan membantu mengurangi gangguan saat tidur. Baca lebih lanjut


Pernahkah kita penasaran mengapa energi cepat sekali tergerus dari dalam tubuh sehingga rasa letih dan tak bergairah sering kali mampir hingga membuat “awan” di kepala kita kelabu.

Prevention telah menggodok beberapa penelitian terbaru mengenai tidur, metabolisme, stres, dan kronobiologi demi mengidentifikasi waktu yang paling rentan bagi kita untuk mengalami kelelahan. Dengan bantuan para ahli, Prevention juga membuatkan strategi paling mudah bagi kita untuk melawan masalah tersebut.

Berikut delapan rahasia yang akan dapat memastikan kita bangun pagi dengan perasaan segar dan “terisi”, tetap terjaga sepanjang hari, serta membuat kita tidur nyenyak pada waktunya. Baca lebih lanjut


Sebagai ibu rumah, kegiatan bebenah rumah seperti menyapu atau mengepel mungkin merupakan hal yang biasa. Padahal, manfaat dari kegiatan tersebut sangat besar, termasuk memperkecil risiko kanker payudara.

Dalam penelitian terhadap 200.000 perempuan dari 9 negara Eropa ditemukan, mereka yang rutin melakukan kegiatan bersih-bersih rumah ternyata lebih terlindungi dari kanker dibanding mereka yang rajin olahraga. Kegiatan mengepel, membersihkan debu, atau mencuci disebut-sebut bermanfaat lebih baik untuk menyehatkan badan.

Para wanita dalam penelitian tersebut menghabiskan waktu rata-rata 16-17 jam seminggu untuk melakukan berbagai pekerjaan rumah, seperti memasak dan membereskan rumah.

Sejak lama para ahli sudah mengetahui bahwa aktivitas gerak badan bisa mengurangi risiko kanker payudara, diduga karena adanya pengaruh perubahan hormon dan metabolisme. Namun, yang belum jelas adalah seberapa banyak dan jenis olahraga apa yang penting untuk menjauhkan diri dari kanker. Baca lebih lanjut


Setidaknya enam jam per hari tubuh mengalami sistem ‘shutdown’ untuk sementara waktu alias tidur. Tapi berapa banyak yang Anda ketahui tentang tidur? Mengapa tubuh butuh tidur dan apa yang terjadi pada tubuh selama tidur?

Dilansir dari Health24, Sabtu (26/6/2010), berikut beberapa fakta menarik seputar tidur:

1. Tahapan tidur
Selama tidur malam, ada lima tahapan tidur yang berbeda dan berbeda satu sama lain, yaitu:
– Tahap 1 (5-10 menit pertama), yaitu masa transisi antara sadar dan tidur.
– Tahap 2 (sekitar 20 menit), suhu tubuh mulai menurun dan detak jantung mulai melambat.
– Tahap 3 merupakan masa transisi antara tidur ringan dan tidur yang sangat dalam. Baca lebih lanjut


Penderita gout atau yang dikenal dengan asam urat dianjurkan tidak mengonsumsi makanan tertentu. Pantangan ini jatuh pada makanan yang tinggi purin, seperti pada jeroan, kacang-kacangan, dan kerang. Hal ini disebabkan salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan asam urat adalah makanan yang mengandung purin, maka penderita dianjurkan menghindarinya. Makanan yang mengandung banyak purin itu, yaitu 150-180 mg/100 g bahan makanan, seperti hati, ginjal, jantung, limpa, paru, otak, sarden,ekstrakdaging. Begitupun dengan makanan yang mengandung purin 50-150 mg/100 gr bahan makanan, seperti daging , ikan, kerang, kacang-kacangan, kacang buncis, kembang kol, bayam, asparagus dan jamur, sehingga makanan ini harus dibatasi.
“Selain itu diketahui pula bahwa alkohol dapat menyebabkan pembuangan asam urat dalam urin terganggu, sehingga semua makanan dan minuman yang mengandung alkohol harus dipantangi,” kata dokter yang bertugas di RS Wahidin ini. Baca lebih lanjut


Tubuh perlu berbagai jenis nutrisi untuk bisa berfungsi dengan optimal. Karena itu, kita perlu mengonsumsi beragam makanan alami untuk mendapatkan zat gizinya. Para ahli selalu menekankan sumber gizi paling baik adalah dari makanan alami.

Namun, jika ternyata asupan masih belum memenuhi takaran yang dianjurkan, imbangi dengan konsumsi suplemen. Selain membantu menjaga kesehatan, suplemen berikut juga berperan penting dalam menyukseskan program diet kita.

Vitamin D
Orang yang punya level vitamin D cukup tinggi di tubuhnya, cenderung sukses dalam menurunkan berat badan. Hal ini dipaparkan dalam pertemuan tahunan Endocrine Society.

Baca lebih lanjut


Balita membutuhkan nutrisi seimbang dan pola makan yang tepat. Fokusnya bukan pada jumlah makanannya, tetapi lebih kepada frekuensi makannya.

Kapasitas lambung anak hanya cukup untuk 200 ml, jadi tak perlu memaksakan semua makanan masuk dalam satu kali sesi makan.

Dokter anak, dr Sri S. Nasar SpA(K), menjelaskan, balita membutuhkan frekuensi makan lebih sering, meski jumlahnya tak banyak setiap kali makan. Mencukupi kebutuhan nutrisi lebih penting daripada sekadar makan banyak namun tanpa asupan gizi seimbang.

Baca lebih lanjut