Category: Kesehatan Anak



Balita membutuhkan nutrisi seimbang dan pola makan yang tepat. Fokusnya bukan pada jumlah makanannya, tetapi lebih kepada frekuensi makannya.

Kapasitas lambung anak hanya cukup untuk 200 ml, jadi tak perlu memaksakan semua makanan masuk dalam satu kali sesi makan.

Dokter anak, dr Sri S. Nasar SpA(K), menjelaskan, balita membutuhkan frekuensi makan lebih sering, meski jumlahnya tak banyak setiap kali makan. Mencukupi kebutuhan nutrisi lebih penting daripada sekadar makan banyak namun tanpa asupan gizi seimbang.

Baca lebih lanjut

Iklan

Imunisasi Bayi


Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas. Kesehatan memang modal utama untuk memulai kehidupan ini dengan lebih baik. Karena itu sebagai orangtua kita tidak boleh melupakan imunisasi bagi bayi dan anak kita, karena imunisasi ini amat berguna untuk melindungi anak kita dari berbagai virus yang mengancam kehidupannya.

Ada baiknya kita mengetahui manfaat macam-macam imunisasi yang disarankan dokter bagi anak kita.

  1. Vaksin BCG. Vaksin yang berguna untuk mencegah penyakit TBC
  2. Vaksin Hepatitis B. berguna untuk melindungi dari virus penyebab penyakit hepatitis B
  3. Vaksin Polio. Melindungi dari polio yang menyebabkan kelumpuhan
  4. Vaksin DPT. Melindungi anak dari difteria (infeksi tenggorokan dn saluran pernafasan yang fatal serta berpotensi menyebabkan kematian), pertusis (batuk rejan) dan tetanus
  5. Campak. Mencegah penyakit campak
  6. Pneumokokus (PCV). Melindungi bayi dan balita dari penyakit Invasive Pneumococcal Disease (IPD) yang disebabkan oleh bakteri streptococcus pneumoniae yang menyebar melalui darah dan bersifat merusak (invasive). Jenis penyakit yang tergolong IPD adalah radang paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis), dan infeksi darah (bakteremia).
  7. Vaksin Hib. Melindungi bayi dan balita dari serangan meningitis, pneumonia, dan epiglotitis
  8. MMR. Melindungi batita dan anak-anak dari campak, gondongan, dan rubella (campak jerman)
  9. Tifoid. Melindungi batita dan anak-anak dari penyakit tifus
  10. Influensa. Melindungi bayi dan anak-anak dari kemungkinan terkena flu berat (penyakit yang disebabkan oleh virus influensa)
  11. Varicella. Melindungi anak-anak dari penyakit cacar air
  12. Hepatitis A. melindungi batita dan anak-anak dari penyakit hepatitis A
  13. HPV. Melindungi anak-anak dari virus Human Papiloma Virus (penyebab kanker serviks)

Varisela atau yang lebih dikenal dengan cacar air adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus, ditandai dengan bintik-bintik merah, yang dapat menyebabkan kerusakan dan ketidaknyamanan pada kulit.

Sejauh ini cacar air dianggap sebagai suatu penyakit ringan tetapi komplikasi dapat terjadi baik pada anak maupun dewasa. Komplikasinya antara lain:

* Infeksi tambahan pada kulit menimbulkan kerusakan dan bekas luka (yang dapat menyebabkan rasa rendah diri jika letaknya di wajah)
* Pneumonia, ensefalitis, yang membutuhkan rawat inap di rumah sakit.
* Kematian pada beberapa kasus.

Ada tiga cara berbeda orang dapat terserang cacar air:

* Penularan dari orang ke orang melalui bersin atau batuk
* Kontak langsung dengan pasien yang terinfeksi, dimana gelembung-gelembung cairan sangat menular
* Penularan melalui plasenta yaitu dari ibu yang terinfeksi ke janin yang dikandungnya

Gejala cacar air ini dimulai 14-16 hari setelah kontak dengan pasien yang terinfeksi. Sakit kepala, demam, sakit perut dan tidak enak badan biasanya mendahului timbulnya bintik-bintik merah (1-2 hari). Bintik-bintik merah timbul dari kepala, muka atau bagian badan atas dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

Imunisasi terhadap cacar air dapat melindungi kita dan keluarga dari penyakit ini. Kebanyakan vaksin cacar air ini efisien dan memberikan perlindungan yang lama. Vaksin ini diberikan sejak usia 12 bulan dan telah ditoleransi aman dan baik.

sumber :http://www.infoanak.com