Category: Kesehatan Wanita



Sebagai ibu rumah, kegiatan bebenah rumah seperti menyapu atau mengepel mungkin merupakan hal yang biasa. Padahal, manfaat dari kegiatan tersebut sangat besar, termasuk memperkecil risiko kanker payudara.

Dalam penelitian terhadap 200.000 perempuan dari 9 negara Eropa ditemukan, mereka yang rutin melakukan kegiatan bersih-bersih rumah ternyata lebih terlindungi dari kanker dibanding mereka yang rajin olahraga. Kegiatan mengepel, membersihkan debu, atau mencuci disebut-sebut bermanfaat lebih baik untuk menyehatkan badan.

Para wanita dalam penelitian tersebut menghabiskan waktu rata-rata 16-17 jam seminggu untuk melakukan berbagai pekerjaan rumah, seperti memasak dan membereskan rumah.

Sejak lama para ahli sudah mengetahui bahwa aktivitas gerak badan bisa mengurangi risiko kanker payudara, diduga karena adanya pengaruh perubahan hormon dan metabolisme. Namun, yang belum jelas adalah seberapa banyak dan jenis olahraga apa yang penting untuk menjauhkan diri dari kanker. Baca lebih lanjut

Iklan

Sudah banyak cara kita terapkan agar terhindar dari nyeri haid yang berlebihan. Mulai dari makan seimbang hingga rajin yoga. Hasilnya, ketika “tamu bulanan” datang, kita bisa tetap beraktivitas tanpa hambatan. Namun, saat waktu kedatangan tidak menentu, kita tidak bergerak untuk mencari tahu.

Memang selama siklusnya masih normal, yakni 25-35 hari, kita tak perlu cemas. Namun, jika haid tak datang sampai 25 hari dari waktu mens terakhir, kita perlu bertanya-tanya. Sama halnya jika setelah lebih dari 7 minggu kita tak juga datang bulan.

Menurut dr.Linda Bradley, direktur Center for Menstrual Disorder Fibroids and Hysteroscopic Service di Cleveland Clinic, perubahan pada siklus haid, sesimpel apa pun bisa menjadi sinyal dari berbagai problem, baik yang ringan maupun berat.

Yang ringan, misalnya ternyata kita hamil. Atau, ada masalah pada alat kontrasepsi yang kita gunakan. Sedangkan yang paling mengkhawatirkan menurut para ahli, adalah bisa jadi kita menderita endometriosis. Baca lebih lanjut


Siklus haid diatur hormon yang dikontrol oleh hipotalamus, yaitu daerah pada dasar otak yang berperan sebagai pengatur seluruh sistem reproduksi. Stres fisik dan mental bisa memengaruhi hipotalamus yang berakibat pada gangguan siklus menstruasi. Berikut beberapa pertanyaan seputar haid yang perlu diketahui para wanita.

Apakah normal bila haid tak teratur?
Terkadang siklus haid memang tidak teratur. Meski kehamilan merupakan penyebab utama tidak adanya haid, namun stres, berat badan yang turun atau naik drastis, olahraga berlebihan dan beberapa penyakit juga bisa menyebabkan haid terlambat. Siklus haid yang normal adalah 21-35 hari. Perdarahan yang lebih sering dibanding biasanya atau ketiadaan haid selama tiga bulan berturut-turut sebaiknya tidak dianggap enteng. Konsultasikan dengan dokter. Baca lebih lanjut


Seorang primigravida dalam menghadapi persalinan sebagian besar selalu mengalami kecemasan. Kecemasan ini terjadi karena berbagai faktor. Kecemasan itu sendiri adalah ketegangan, rasa tidak aman dan kekawatiran yang timbul karena dirasakan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan tetapi sumbernya sebagian besar tidak diketahui dan berasal dari dalam (DepKes RI, 1990).

Kecemasan dapat didefininisikan suatu keadaan perasaan keprihatinan, rasa gelisah, ketidak tentuan, atau takut dari kenyataan atau persepsi ancaman sumber aktual yang tidak diketahui atau dikenal (Stuart and Sundeens, 1998). Berdasarkan definisi tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa kecemasan adalah perasaan yang tidak menyenangkan, tidak enak, khawatir dan gelisah. Keadaan emosi ini tanpa objek yang spesifik, dialami secara subjektif dipacu oleh ketidak tahuan yang didahului oleh pengalaman baru, dan dikomunikasikan dalam hubungan interpersonal. Baca lebih lanjut


Varises tak hanya akrab pada betis ataupun anus, di vagina pun bisa terjadi varises. Bedanya, varises vagina sering kali tak menimbulkan keluhan pada penderitanya. Umumnya varises vagina terjadi pada wanita yang sedang hamil.

Varises ini dipicu oleh perubahan hormon sehingga menyebabkan elastisitas pembuluh darahnya berubah. Atau, bisa juga karena aliran pembuluh darah balik dari kaki ke jantung tertekan oleh beban rahim.

Selain kondisi hamil, varises vagina juga bisa diderita pengguna obat-obatan kortikosteroid. Bisa juga dialami penderita kelainan pembuluh darah. Namun, kasus paling banyak tetap terjadi ketika sedang terjadi kehamilan.

Menurut dr Ifzal, khusus varises vagina, tak bisa diambil tindakan untuk menanggulanginya. Biasanya, dokter cukup membiarkannya saja. Dalam kondisi normal, varises vagina akan hilang dengan sendirinya setelah melahirkan, seiring kadar hormon yang kembali normal. Baca lebih lanjut


Kanker payudara adalah pertumbuhan sel yang abnormal pada jaringan payudara. Bila sudah pada stadium lanjut, kadang-kadang pengangkatan payudara dibutuhkan untuk dilakukan demi keselamatan penderita. Hal ini tentu saja sesuatu yang menakutkan bagi seorang wanita.

Hampir semua jenis kanker memiliki penyebab spesifik. Misalnya sebagian besar kasus kanker kulit disebabkan oleh sinar ultraviolet matahari. Sedangkan kanker paru-paru disebabkan karena rokok. Namun tidak ada penyebab tunggal yang pasti untuk kanker payudara.

Beberapa faktor bisa menjadi penyebab kanker payudara. Misalnya faktor genetika, lingkungan, dan kemungkinan hormon turut berperan dalam munculnya kanker payudara. Wanita yang rentan terhadap faktor-faktor tersebut bisa jadi memiliki resiko yang lebih tinggi.

Tidak ada yang tahu pasti apa penyebab kanker payudara. Berdasarkan hasil penelitian, kebanyakan penderita kanker payudara adalah wanita dengan usia diatas 50 tahun. Ini berarti semakin tua seseorang, maka peluang timbulnya penyakit kanker payudara semakin besar.

Faktor lain yang mempengaruhi adalah riwayat keluarga. Bila ada keluarga yang menderita penyakit kanker payudara, seperti ibu atau saudara kandung maka peluangnya akan semakin besar. Kanker payudara juga bisa disebabkan karena sebelumnya menderita kanker di organ tubuh lainnya sehingga menyebar ke bagian payudara. Baca lebih lanjut


Ketika seseorang wanita dinyatakan menderita kanker payudara, kebanyakan penderita akan langsung terpukul secara emosi. Mereka merasa bagaikan mendapat vonis mati, walaupun sebenarnya bisa saja penderita disembuhkan terlebih lagi bila masih dalam stadium dini. Pada tahap lanjut, dampak emosi dan psikologis dapat menyebabkan seorang penderita kanker mengalami depresi. Dimana hal ini justru dapat memperburuk keadaannya. Untuk itu, perlu adanya dukungan dari pihak keluarga atau teman. Baca lebih lanjut


Kanker payudara merupakan jenis kanker yang perlu diwaspadai, karena kanker payudara merupakan jenis penyakit yang menjadi pembunuh nomor 2 bagi wanita setelah kanker serviks. Mendeteksi secara dini kanker payudara akan memperbesar kemungkinan sembuh total bagi penderitanya.

Timbulnya benjolan pada daerah payudara dapat merupakan indikasi kemungkinan adanya jenis kanker payudara. Tetapi belum tentu semua benjolan berarti kanker karena harus diperiksa lebih lanjut untuk kepastiannya.

Indikasi lain dari penyakit ini adalah benjolan pada bagian ketiak, rasa nyeri pada payudara, puting tertarik ke dalam, perubahan warna atau tekstur pada payudara, areola (daerah di sekitar putting susu yang berwarna coklat), atau pada puting susu. Pada beberapa kasus, kanker payudara dideteksi dari keluarnya cairan dari puting susu yang berwarna kekuningan, kehijauan atau bernanah.

Kunci untuk bertahan hidup adalah mendeteksi kanker payudara sedini mungkin, sebelum kanker payudara menyebar ke seluruh tubuh. Salah satu penyebab kematian yang tinggi akibat penyakit ini disebabkan karena kurangnya kesadaran untuk mendeteksi gejala-gejala yang ada. Umumnya setelah sampai pada keluhan-keluhan yang berat, penderita baru berkonsultasi ke dokter yang sering kali terlambat karena kanker sudah dalam stadium lanjut. Sehingga apabila penyakit ini sudah sampai stadium lanjut, maka akan sulit untuk disembuhkan. Baca lebih lanjut